David Sobor Jual Singkong Hasil Kebun Pekarangan Rumah

Jejak Kabar dari Kampung (ptppma.or.id) Hasil panen perdana kebun David Sobor cukup memuaskan. Dari hasil penjualan singkong dan sayur-mayur dari kebun di pekarangan rumahnya, ia telah menghasilkan Rp 3 juta lebih. Uang itu ia tabung untuk membiayai salah satu anak perempuannya yang sedang mengikuti tes Polwan di Kabupaten Jayapura.

“Sa jual sayur kangkung cabut, sayur gedi, bunga pepaya, sama singkong. Kami pakai untuk kebutuhan rumah. Uang tiga jutanya sa pake [pakai] urus anak Voni pu berkas-berkas tes Polwan. Sa kasih langsung di de (dia) pu tangan,” ucap Bapak David.

David Sobor adalah petani di Kampung Garusa, Distrik Unurum Guay, Kabupaten Jayapura. Hasil panen ia jual di pondok jualan, persis di depan rumahnya. Pada hari pertama panen, ia memperoleh pendapatan sebesar Rp 400 ribu.

“Orang-orang dari Kota Jayapura mo (mau) ke Sarmi, mereka singgah di pondok jualan, beli borong semua,” ucap Bapak David Sobor, bercerita lewat telepon seluler ke salah satu staf Pt.PPMA Papua, Kamis, 2 Mei 2024.

Pada hasil jualan hari berikutnya dibeli masyarakat kampung setempat, dan menghasilkan Rp 250 ribu rupiah.

Hasil  panen singkong sebanyak satu karung 100 kg juga sempat disumbangkan pada acara makan sumbang yang diselenggarakan oleh marga Ters di Kampung Garusa, yang akan menyelenggarakan acara peminangan anak  perempuan mereka.

Acara Makan Sumbang merupakan kebiasaan masyarakat adat yang dilakukan untuk mengumpulkan harta benda dalam bentuk uang, dan harta benda lainnya yang hendak mempersiapkan acara peminangan seorang anak perempuan.

 “Itu hasil, berkat Tuhan dari kerja kebun di rumah,” katanya.

Bapak David Sobor merupakan Petani dari kelompok kebun pekarangan rumah, dampingan Pt.PPMA Papua melalui program kerja sama mitra Voices for just Climate Action (VCA) atau Suara Aksi untuk Perubahan Iklim yang Berkeadilan. Ia terlibat semenjak tahun 2023 hingga saat ini. (*)

Bagikan: